Remarkable Things on First 2014

2014114201421

Sebenarnya ada banyak cerita dalam kepala yang ingin saya tumpahruahkan di atas layar lcd 14″ laptop ini. Setelah 2 minggu gak nyontong, rasanya ubun-ubun sudan untup-untup mau keluar asap. Dari pada asapnya keluar lewat ‘belakang’ kan lebih baik disalurkan di atas keyboard sambil terus menghisap lagi asap perdamaian. GG Inter…

Ok, mari nyontong bertiada tara…

Dua minggu ini adalah hari-hari bersejarah dan sangat remarkable sepanjang usia saya di 2014. Yang baru 23 hari itu.

Bersejarah, karena untuk pertama kalinya saya ‘mulai’ niat sungguh-sungguh mau ngurus beasiswa S2. Ambil test TOEFL, ngurus passport dan lain sebagainya biar bisa sekolah di… you know where? Indiahe! Yes, India!

“Kenapa gak ambil di Australia atau Eropa?” tanya beberapa teman. Saya jawab saja seadanya, “Ndak ah, terlalu mainstream!”

Lalu, remarkable. Karena dalam hitungan belum sebulan saya harus ucapkan selamat tinggal dan seuntai mawar hitam buat leptop andalan Anus yang mengundurkan diri melayani juragan jahat seperti saya. Dan semenjak kehilangan leptop handal itu, benar-benar saya menyadari betapa saya terlalu memaksakan dia bekerja keras. Mungkin kalau dia bisa ngomong tiap hari dia sudah misuh cak cuk cak cuk!

Dua buku, Birds of Baluran National Park dan Ikan Karang Baluran, sepertinya adalah alasan kuat saya mau menandatangani surat pengunduran diri si Anus. Dia layak atas rasa kehilangan saya, air mata kerindungan dan 3 kali tembakan penghormatan terakhir di ujung usianya.

Kejadian kedua, hape China citarasa Amerika: Lenovo juga ikut-ikutan ngambek gak mau menyala alias boot loop. Gara-gara tangan usil ingin memodifikasi PlayStore biar lebih leluasa mbajak aplikasi dari toko punya Android ini, jadilah hape malah pingsan. Untung saja ada needrom.com yang menyediakan berbagai macam custom maupun official ROM buat hape android di seluruh dunia. Mulai dari merk premium seperti Samsung, Sony, HTC sampai merk siluman macam Beidou, Celkon, Feiteng, Real 1:1 bahkan Sempact juga ada.

Menginstal ulang OS Android tidak semudah nginstal Windows. Ada banyak ugo rampi yang harus disiapkan. Dan ketika hape sudah bisa menyala, yang keluar semuanya tulisan China!…. Cuk! Tapi hebatnya, saya gak perlu sign in ke akun Google seperti hape Android umumnya, gak ada Google Apps macam Gmail, Google Search, Google Maps atau Playstore! Wow!Terasa benar rasanya hidup di era teknologi di negeri tirai bambu sana. Hebat benar China dalam memproteksi produk lokal dan menjaga kerahasiaan dalam negeri yang begitu mudahnya bocor ke tangan asing melalui aplikasi-aplikasi ‘intelejen’. Android boleh masuk China tapi tidak dengan Google aplikasinya.

Tapi ada satu hari yang membuat saya merinding, terharu, malu dan bahagia luar biasa saat membaca postingan salah seorang kawan maya yang berjudul Buku self publish “Pantang Padam: catatan skolioser”. Lalu tidak lama kemudian buku setebal 174 halaman itu pun berada di tangan.

Membaca sebuah buku yang menceritakan perjuangan seorang skolioser dalam menjalani kehidupan sehari-harinya membuat saya malu sebagai orang yang terlahir ‘normal’. Saya membayangkan kalau saya adalah si skolioser itu. Betapa ribetnya hidup ini. Mau ngapa-ngapain harus begini begitu. Bahkan jongkok saja tidak boleh sembarangan.

Sekalian saja mengidap penyakit mematikan yang hanya menyisakan jatah umur beberapa bulan atau tahun lagi. Mau habis-habisan juga malah keren, masuk Kick Andy lagi, toh akhirnya sebentar lagi juga mati. Tapi skoliosis beda. Ada proses tawar menawar dengan diri sendiri yang membutuhkan kedewasaan dan kematangan berpikir yang lebih dalam.

Apakah saya bisa blusukan ke hutan-hutan jika saya mengidap skoliosis? Apakah saya sanggup nyangking atau bahkan memikul lensa segede kulkas itu kemana-mana? Berburu foto burung-burung berbulu indah di Pulau Seram? Ataukah saya berani menantang 4x tekanan atmosfir di kedalaman 30 meter? Menyaksikan sendiri master piece karya Tuhan yang disembunyikan di kegelapan laut? Melek berhari-hari di depan leptop sampai bokong panas, mata memerah, rokok kopi gak berhenti saling mensubtitusi?

Mungkin selama ini saya terlalu angkuh dengan diri sendiri. Merasa jumawa mentang-mentang sudah menerbitkan 3 buku. Padahal saya justru harus bertanya kepada diri sendiri, “Kok cuma 3?” Sedangkan saya gak perlu mikir darimana duit buat nyetak! Lahan garapan juga sudah disiapkan Tuhan seluas 25 ribu hektar terlentang telanjang bulat-bulat bersiap kapan saja mau saya setubuhi.

Di luar sana tidak sedikit pula orang-orang dengan segunung alasan menunda-nunda dirinya sendiri menjadi lebih baik. Yang gak punya alat lah. Yang sibuk ini lah. Yang gak PeDe lah. Yang bingung, “Nanti nyetak bukunya uang dari mana?” dan lain sebagainya. Lha sampeyan itu bergerak saja belum sudah bingung sama uang cetak!

Dan skolioser ini, Yulia E. S., dengan segala keribetannya berani bermimpi menaklukkan gunung-gunung tinggi atau menyelami laut-laut terdalam. Meskipun dia harus ikhlas, garis batas yang sudah ditarik oleh Tuhan tidak mungkin dia langgar. Tapi buku Pantang Padam adalah puncak tertinggi Everest dalam dadanya. Buku yang dicetak menggunakan dana pribadi ini adalah samudra luas dimana nudibranch, penyu atau terumbu karang terhampar. Dan justru karena dicetak dengan uang sendiri, Tuhan menjaga martabat buku ini dari segala kontaminasi ide industrialisasi dan kapitalisme ilmu pengetahuan.

Si skolioser tak sudi dipersulit oleh kondisi fisiknya. Karena ada lebih banyak lagi kelebihan dalam dirinya yang lebih layak diperhatikan.

“Tapi sayangnya, manusia memang terkadang terlalu riweuh pada satu kekurangan sehingga terlupa pada seribu kelebihan yang diberikan” [Pantang Padam, hal: 83]

2014114201421

Pantang Padam karya Yulia E.S.

5 thoughts on “Remarkable Things on First 2014

  1. hmmm…. Yulia… kawan lama (juga) yang misterius itu kah… ?

    saiki sampeyan isik iso kemlinthi ora?

    **iyo, Yulia wong FOBI pisan kok. woo lek kemlinti tetep forever gan hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s