Nglindur (Belajar Menulis)


Setelah lama nggak update blog. Sepertinya saya memang harus belajar menulis lagi. Menemukan ritme mengide, menggagas gila, atau meliar pikiran.

Dulu, tahun 2008 saat pertama kali akun wordpress in saya buat, blog ini ber-tag line “Me, myself and I is nothing”. Sudah dibayangkan apa isinya? Tempat sampah segala unek-unek di kepala. Pikiran-pikiran gila yang tiba-tiba muncul saat bengong. Atau puisi-puisi bernada sok tasawuf. Nothing adalah perwakilan paling sempurna untuk seorang pemalu seperti saya waktu itu😛.

Lalu 5 tahun kemudian, pratapapa81 lebih dikenal sebagai Baluran and Me. Itu karena sejak saya bekerja di Baluran dan menemukan hampir setiap hari momentum-momentum luar biasa seorang PNS anyaran yang bekerja di sebuah kawasan konservasi yang lebih luar biasa lagi! Jadilah isi blog ini bukan lagi thought garbage tapi cerita-cerita sok heroik berbumbu kalimat-kalimat lebay hasil kulakan dari lapangan. Ditambahi foto-foto nature-wildlife, kadang-kadang saya berpikir blog ini adalah blog ber-genre fotografi.

Dan di situlah letak masalahnya. Masalah itu datang saat definisi disematkan. Orang berdiskusi panjang lebar, debat kusir sak jarane, hanya untuk menentukan definisi.

Saya sudah lama tidak menggul lensa seberat kulkas itu. Ngamati burung juga. Kalaupun ke lapangan sekarang judulnya hanya untuk menghindar dari orang-orang kantor, sama sekali tidak ada esensi adventure-experience. Padahal nuansa blog ini adalah full adventure, meskipun lokal-lokalan! Saya terjebak oleh arus perbuatan saya sendiri! Blog saya membuat saya justru tidak mampu mengembangkan wilayah kreatifitas menulis! Modaro!

Jadi, mau tidak mau, saya harus kembali lagi pada satu titik setelah nol. Mainstream blog ini harus diubah!

Menulis adalah wilayah kebebasan yang tanpa batas! Seharusnya! Tapi saat definisi, stigma sudah disematkan, kacamata kudalah yang akhirnya kita pakai.

Jadi saya enaknya mulai dari mana? Merubah tag line? Mengganti template bernuansa netral? Mengahapus semua foto-foto yang tersimpan di akun ini? Atau delete saja blognya? Hahahaha… Atau mulai saja dengan sebuah tulisan sederhana. Tentang Lala yang sudah mulai bisa diajak komunikasi? Cerita pengalaman pertama saya nyeboki bayi sehabis eek?

Atau supaya tidak terlalu nyimpang terlalu jauh dari genre Baluran and Me, gimana kalo sebuah tulisan kabar Baluran sekarang? Nggak ah, ntar isinya malah misuhi orang banyak. Arrgghh… ternyata susah ya cari ide? Padahal tidak ada tulisan tanpa ide? Atau lagi-lagi saya sedang berkacamata kuda lagi? Nah… atau jangan-jangan saya lagi nglindur?

Di dalam hardisk leptop ini ada segudang bahan cerita. Buku ikan yang sudah final dan tinggal naik cetak. Buku Wallacea yang keep progressing tapi nggak progress-progress juga. Proyek RBM yang konon katanya bisa merubah banyak sistem itu? Tempat kerja saya yang baru di Resort Labuhan Merak yang banyak jandanya itu?

Ok, karena sudah jam 3 pagi, gimana kalo tidur saja?

***belajar menulis tanpa berpikir (baca: nglindur sambil nulis)***

4 thoughts on “Nglindur (Belajar Menulis)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s