Cangkul Sakti Om Pitut


Di kampung saya di Batu, ada tukang penggali kubur bernama Om Pitut. Saya gak tahu nama aslinya siapa, tapi sejak saya kecil yang saya tahu namanya ya itu. Om Pitut adalah orang super aneh, suaranya keras kayak orang marah-marah, mukanya serem, kumisnya tebal, hobinya mabuk-mabukan tapi lucunya minta ampun. Meskipun biasa menggali kubur dan membuat kapling alam barzah dan melihat jasad orang mati tidak membuat dia menjadi seperti layaknya orang yang beragama taat. Selama saya aktif di masjid dulu, tidak pernah saya lihat orang ini sholat di masjid. Bahkan saya yakin kalau dia adalah orang abangan. Sepertinya kengerian kematian tidak lebih memabukkan dari alkohol yang ditenggaknya.

Suatu ketika, gak tahu gimana ceritanya, dia tidur di kuburan. Kepalanya tepat di sebelah sebuah nisan. Tak lama kemudian dia terbangun hampir melompat, mukanya pucat pasi dan langsung lari terbirit-birit pulang ke rumah yang tidak jauh dari komplek kuburan. Keluarga di rumahnya pada kebingungan, ada apa dengan Om Pitut? Tidak pernah dia kelihatan setakut ini dalam hidupnya? Tak lama kemudian dia mengaku saat tertidur tiba-tiba dia mendengar suara dentuman sangat keras dari dalam kuburan sebelah dia tidur tadi. Suara dasyat yang belum pernah dia dengar sebelumnya. Sejak kejadian itu Om Pitut berubah dratis! Tidak total, karena dia masih lucu. Hanya hobi mabuknya saja yang hilang. Sekarang dia juga mulai mau memakai peci, jas dan sarung. Tapi apakah dia mulai sholat? Saya tidak tahu.

Om Pitut ini, bagi warga kampung saya adalah walilullah yang bertugas membocorkan rahasia Allah di alam barzah. Tenin iki, serius! Dia adalah orang yang fair dan tidak suka berbohong. Bahkan ketika mabok sekalipun ngroweng-nya gak asal-asalan. Dan pekerjaan penggali kubur ini bukan profesi berhonor! Ini adalah profesi yang sama mulianya dengan ulama, bahkan lebih mulia dari ustadz karbitan televisi.

Nah, kalo Sampeyan ingin tahu amal ibadah warga kota Batu, kelurahan Ngaglik, RW 11 dan sekitarnya Sampeyan tanyao sama Om Pitut. Cangkul sakti miliknya untuk menggali tanah kuburan itu tahu semua siapa yang semasa hidupnya suka memakan harta orang lain, suka menyulitkan urusan saudaranya, berlagak alim tapi jualan minuman keras sembunyi-sembunyi, memakan harta riba. Cangkul itu juga tahu siapa warga RW 11 yang tidak pernah menyakiti tetangganya, tidak pernah menyebarkan fitnah, ahli shodaqoh tidak pernah menyulitkan urusan saudara, ringan tangan dan lain-lain.

Ada tetangga yang sangat baik di kampung saya, tapi saat dia meninggal cangkul Om Pitut tidak bisa menggali lebih dari 1 meter karena terbentur batu besar menutupi liang lahat. Tak lama setelah hari kematiannya, beredar desas-desus di kampung bahwa almarhum dulunya memakan habis harta warisan keluarganya, padahal dia punya saudara yang juga punya hak terhadap harta warisan itu.

Ada lagi namanya Satemo. Tidak ada yang spesial dalam dirinya, ganteng, kaya apalagi sarjana. Bahkan sampai hari kematiannya, tidak ada satupun gadis yang mau jadi istrinya. Orang sekampung pun melihat dia sebagai orang yang “aneh”. Namun pada hari kematiannya, cangkul Om Pitut seperti tidak menemui kesulitan apapun saat menggali liang kuburnya. Tanah terasa begitu empuk, udara tidak terik. Bahkan sepertinya Om Pitut tidak sampai berkeringat menggali kuburannya Satemo. Proses penyucian dan lain sebagainya juga tidak ada yang sulit. Semuanya seperti sudah tersedia di tempatnya dan tinggal digunakan. Jenazah pun tidak menunggu lama untuk dikuburkan.

Sejak hari itu, orang-orang kampung mulai ngrasani Satemo. Dan mereka mulai menyadari kalau Satemo ini memang tidak sekalipun menyakiti orang lain, bahkan ngrasani saja tidak! Kambingnya dicuri orang dia tidak marah. Lebih ekstrim, kalau saya tidak salah dengar, rumahnya dia berikan begitu saja kepada keponakannya. Tanpa ganti uang serupiahpun!

Ah, cangkul Om Pitut memang sakti!

Dan hari ini, 19 Mei 2013, jatah hidup saya sudah habis 32 tahun. Kematian terus mendekat dan saya mau tidak mau harus berurusan dengannya. Masih ada 58 tahun lagi jatah saya di dunia, itupun kalau Allah mau ngasih kuota standar, sebelum cangkul sakti Om Pitut yang akan menyelidiki mencari bocoran akan seperti apa jalannya wawancara Malaikat Munkar Nakir dengan jasad Swiss Winnasis Bagus Prabowo!

5 thoughts on “Cangkul Sakti Om Pitut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s