Nostalgia Trisik, Nostalgia Digiscoping

Birdwatcher Batikers

Trisik adalah salah satu kawah candradimuka saya. Ada banyak ilmu dan kenangan menyenangkan saya di pantai selatan Jogjakarta itu. Berbekal monokuler pinjeman dan Nikon N450 yang pinjeman juga, saya yang hampir selalu ditemani Batak, belajar gimana motret burung menggunakan digiscoping. Bisa dibilang, Batak adalah partner hunting foto terbaik yang pernah saya kenal. Karena selain ngancani, dia juga tidak eman-eman berbagi ilmunya tentang burung yang jauh lebih baik dari saya.

Saya masih ingat bagaimana dulu saya harus kehilangan hp waktu nguber-uber sekelompok Cerek Kernyut. Menyeberangi muara sambil telanjang karena gak mau pakaian basah. Bayangkan dua orang lelaki telanjang sambil menenteng monokuler, binokuler dan kamera! Njijiki pol! Layar hp pecah saat nguber-uber Belibis Batu. Digiscoping Raja Udang Biru yang lagi terbang. Tidur di rumahnya Koh Liem yang juga kandang lalat itu. Atau misuhi polisi waktu kena tilang di Jalan Daendels, la wong sudah salah motor gak punya lampu sign, gak punya SIM kok malah polisinya dimaki-maki, di-taek-taekno!

Birdwatcher Batikers

Dan sekarang, setelah hampir 4 tahun, semangat menggebu-gebu saya melonjak lagi waktu Hari Pralon ngajak saya pengamatan di Trisik dalam rangka memperingati hari Batik. Ditemani juga sama Imam dan Tompel, jadilah pengamatan hari itu di Trisik sambil memakai kemeja Batik. Sekalian nostalgia, kebetulan gak bawa senjata andalan maka monokuler dan kamera poketnya Hari saya akuisisi. “Pokoknya aku pingin digiscoping!” begitu niat saya.

4 tahun gak digiscopingan membuat saya sadar kalo emang teknik ini gak gampang. Sabar pasti. Belum lagi tripodnya Hari yang agak sowak. Satu foto belum tentu dapat, misuh-nya berkali-kali. Tapi gak apa-apa, karena ini kan edisi nostalgia, jadi gak perlu kemrungsung dapat foto bagus atau banyak. Lumayan lah dapat foto Cerek Pasir Besar (yang sempat engkel-engkelan sama Imam karena bingung membedakannya dengan Cerek Mongolia), Trinil Ekor Kelabu, Kedidi Putih sama Dara Laut Biasa.

6 thoughts on “Nostalgia Trisik, Nostalgia Digiscoping

  1. Ndez, batak jeneng asline sopo? dia skrg di Tidung Pala meh tak takonke koncoku sing neng kana
    **Adhy Maruly Tampubolon (ncen batak tenan :D) lo areke saiki gak ng jogja ta? nutukno kuliahe?

  2. Indonesia banget🙂 mantab
    **wehehehe… suhunya mampir! makasih suhu sudah mampir di Baluran and Me🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s