Ketika Alam Liar Memanggil

Ketika Alam Liat Memanggil

Sekarang jam 01:28 pagi, tapi saya harus menulis resensi film ini. Sebagai seorang forester, film ini sangat menginspirasi! Kisah tentang sekelompok volunteer yang prihatin terhadap perburuan liar Tibetan Antelop (Pantholops hodgsonii)-EN. Mereka bukan PNS bergaji tetap seperti saya, atau staff NGO internasional bergaji dollar. Mereka hanya orang-orang yang peduli dan bertindak nyata tanpa bantuan siapa-siapa.

Berdasarkan dari kisah nyata pada tahun 1993-1996. Adalah Ri Tai yang diperankan oleh Duobuji, seorang mantan tentara Tibet yang membentuk pasukan keamanan yang terdiri dari beberapa masyarakat sipil Kekexili yang bertekad memerangi para pemburu gelap Tibetan Antelop. Kekexili adalah sebuah daerah di pegunungan HImalaya yang masuk wilayah di Tibet berada pada ketinggian 4.700 m dpl, tempat dimana satwa terancam punah itu hidup. Dan Ga Yu, seorang wartawan yang diperankan Zhang Lei, yang datang ke komunitas mereka untuk meliput kehidupan komunitas ini yang sebelumnya tidak ada orang yang tahu. Dari sinilah cerita ini dimulai.

Saya tidak bicara kualitas cinematografi film ini, karena memenangi 13 nominasi dari 7 penghargaan yang berbeda di taun 2004-2006 sudah cukup menjelaskan kualitasnya. Mountain Patrol, judul film ini memang menghabiskan hampir 2 jam durasinya untuk menceritakan perjalan memburu para pemburu gelap di antara perbukitan di pegunungan Himalaya. Udara dingin, salju, padang tundra dan lanskap yang menawan seakan-akan menguatkan makna perjuangan berat mereka. Satu per satu para pelanggar dan komplotan pemburu gelap mereka tangkap untuk menuju pemimpin kelompok pemburu. Pun satu per satu personil pasukan Ri Tai juga harus tersingkir.

Sebuah perjuangan menyelamatkan satwa terancam punah seperti layaknya sebuah perang. Perang dalam arti yang sebenarnya: senjata api, pasukan berani mati, tahanan, kematian atau minimal moment paling pinggir yang memisahkan mereka antara hidup dan mati. Dan dalam sebuah perang, logistik, cuaca, persiapan alat dan solidaritas adalah faktor penentu apakah sampeyan akan berjaya, hancur, hidup, mati, mati belakangan atau hilang di tengah medan perang.

Hal yang paling miris dalam film ini adalah ketika mereka menemukan ratusan barang bukti berupa kulit antelop yang sudah dikuliti. Dalam setahun, para pemburu gelap ini bisa menghabisi sampai puluhan ribu ekor antelop. Anggota komplotan pemburu inipun juga bukan manusia-manusia beringas berwajah garang, seperti kelompok yang bertugas khusus menguliti satwa buruan. Beberapa bahkan hanya orang tua. Sangat lugas menggambarkan kondisi sesungguhnya, bahwa eksekutor di lapangan hanya orang-orang miskin yang berusaha untuk bertahan hidup. Bos pemburu, pengepul dan cukong-lah yang menikmati keuntungan terbesar dari kejahatan lingkungan ini.

Di akhir cerita, saat personil yang tersisa hanya Ri Tai dan Ga Yu, bertemulah mereka dengan gembong utama pemburu bersama komplotannya. Karena jumlah pasukan yang sama sekali tidak seimbang, Ri Tai sadar bahwa dia tidak akan selamat. Tapi setidaknya usahanya selama bertahun-tahun mengejar komplotan pemburu gelap itu sudah tiba waktunya. Dia tahu dia pasti mati, tapi dia tidak ingin mati sia-sia. Sebuah pukulan telak menghantam muka si gembong pemburu dan sebuah tembakan pun merobohkannya sebelum brondongan peluru menyusul kemudian.

Tidak lama setelah kematian Ri Tai, artikel Ga Yu mengejutkan pemerintah China. Akhirnya pada tahun 1996 Kekexili pun diumumkan sebagai kawasan pelestarian alam oleh pemerinta China, lalu menyusul lahirnya Forest Public Security Bureau untuk melindungi kawasan itu. Sekali lagi, kematian yang sangat mahal yang akhirnya dibayar sepadan oleh pemerintah dan dunia.

Selama nonton film ini, dalam hati sering terbersit: apa yang sudah saya berikan untuk alam liarku yang sangat berharga ini?

Ok, sekarang sudah jam 02.57 pagi. Waktunya bersiap untuk makan sahur.

Selamat berpuasa hari ke-11. Jangan lupa banyak beramal😀

3 thoughts on “Ketika Alam Liar Memanggil

  1. Salut bro. jadi pingin ikut nonton. pake torrent? haduh cape nunggunya. saya suka kalimat trakhir. jadi ikut malu. apa yg udah kita lakukan ya ? baru sampe hobi?kesenangan?sekedar pekerjaan?
    Klise ya ? (biasanya yg klise itu meski bener 100%, daya sentuhnya dikiiit).
    Jadi gimana dong bro?
    **mending nonton dulu ajah, suerrr fully recomended! gak ada pilihan lain selain torrent, cari direct download nyaris mustahil! gak usah ditunggu, gak selesai ya disambung besok donlotnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s