210 Pasang Mata di BBC 2011


210 kepala manusia numplek bleg di Bekol. Datang dari penjuru Jawa dan Bali. Mengusung semangat, skill, pengalaman dan insting gambling untuk membawa pulang hadiah yang bisa dibilang terbesar dalam sejarah lomba pengamatan burung di Indonesia. Panitia hilir mudik, sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut mereka. Untung saja persiapan sudah dilakukan sejak jauh hari sehingga kerepotan hari itu sudah terbayar separuh.

5 hari 4 malam saya kira adalah waktu yang sangat panjang untuk ngurusi 210 orang, ditambah ngatur tim panitia. Untungnya, karena sudah pengalaman menggelar event yang sama tahun kemaren, banyak seksi-seksi di kepanitiaan yang bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mereka dengan sangat baik. Saya sendiri lebih banyak nyantai, say hello kepada temen-temen peserta, ngobrol sampe larut malam, atau bahkan ikut-ikutan hunting foto.

Dan ternyata, 5 hari 4 malam itu berlalu begitu cepat. Padahal jadwal sudah dibuat sedemikian longgarnya. Tetap saja saya banyak kelewatan untuk menyapa temen-temen peserta. Padahal saya juga pingin ngobrol-ngobrol lebih intim sama Arimurti, teman yang selama ini cuma kenal lewat dunia maya. Khaleb Jordan, salah satu generasi muda birdwatcher yang konon punya bakat besar itu. Temen-temen dari Karimunjawa yang heboh. Bahkan saya belum kenalan sama sekali dengan beberapa nama kontributor FOBI yang konon juga hadir di kompetisi ini. Ah… ternyata saya belum bisa menjadi tuan rumah yang baik.

***

Malam terakhir seperti menjadi malam paling menyebalkan. Ingin hati menghabiskan waktu bersama banyak orang di lapangan depan sekretariat itu. Tapi apa boleh buat, terjadinya indikasi pelanggaran tata tertib lomba membuat saya mau gak mau harus menganggu waktu istirahat juri untuk menggelar rapat tertutup.

Kejujuran dan fair play adalah dua hal mendasar dan penting yang harus dijunjung dalam kompetisi ini. Berdasarkan review dari dewan juri, tahun ini jauh lebih baik. Tidak banyak peserta yang “mengada-ada” seperti tahun kemaren. Meskipun pada akhirnya masih ada juga peserta yang mbeling demi mengejar hadiah tapi mengorbankan kejujuran dan fair play. Untuk itu tindakan tegas harus segera diambil demi menjaga semangat bertanding di kemudian hari. Jam 3.00 am keputusan sudah diambil.

Besok siangnya, saat pengumuman lomba. Saya pribadi cukup terkesima dengan nama-nama tim yang masuk sebagai juara. Apakah ini subyektif saya? Ya. Tapi saya bisa menjamin bahwa tim-tim yang keluar sebagai juara itu adalah manifestasi dari fair play dan kejujuran. Selamat buat tim Cuk Pecuk yang berhasil merebut juara umum I. Ternyata komposisi personil tim yang dipertahankan sejak BBC 2010 lalu terbukti ampuh untuk mempertahankan tim yang solid. Juara umum II direbut oleh Al Soneta. Yang menarik dari tim ini adalah komposisinya terdiri dari bocah-bocah SMA yang tidak berbeda juga dengan tahun lalu kecuali satu anggota. Bintang dan Suryo adalah Direktur Utama dan General Manager Al Soneta sejak tahun lalu. Sedangkan Izul adalah additional player-nya. Yang terakhir, juara umum II Mudskipper Gelodok Jaya yang diisi oleh wajah baru berasal dari pekerja-pekerja lab biologi ITS. Terus terang saya tidak begitu mengenal mereka dalam kancah perburungan, tapi melihat foto-foto hasil hunting mereka selama dua hari saya sempat memprediksikan kalo mereka adalah kuda hitam. Mereka berhasil dapat foto-foto Serindit Jawa, Rangkong Badak, Elang Tikus dan Kerbau Liar.

Upacara penutupan pun selesai juga. Saatnya para peserta kembali pulang. Meninggalkan Baluran. Ah… lagi-lagi kok saya jadi merasa belum cukup waktu 5 hari untuk berkenalan satu persatu dengan mereka atau sekedar menyapa. Tapi saya tetap harus mengatakan selamat tinggal kepada 210 teman lama dan baru saya.

***

Lalu apakah arti yang sebenarnya dari angka 210 itu? Ada apa dengan 210 pasang mata di BBC 2011 itu?

Saya menganalogikan, BBC 2011 ini kita sedang menebar 210 pasang mata di penjuru Bekol dan sekitarnya. 210 pasang mata yang memandang dengan awas di setiap balik dedaunan, batang, ranting, di balik bebatuan, di antara seresah dan sungai-sungai yang mengering. Secara bersamaan mereka melakukan scanning. Dan bisa dibayangkan apa yang bisa dihasilkan dari mesin scanner itu: new record!

Sangat mencengangkan. Dimulai dari fotonya Febri yang menangkap serindit sama Rangkok Badak di Ketokan kendal. Selama ini Serindit Jawa baru tercatat di sekitar HM 50. Begitu juga dengan Rangkong Badak. Elang Perut Karat yang tertangkap kameranya tim dari Merapi juga menambah catatan baru persebaran mereka yang baru sekali tercatat di savana Bekol. Kerbau Liar yang keluar siang bolong. Luntur Harimau yang ditemukan di sekitar evergreen. Saya masih kurang yakin kalau si luntur bisa nyasar sampai bawah mengingat dia hanya ditemukan di Gunung Baluran dengan habitat yang lebih cocok dengan dirinya. Namun mendengar penuturan tim Haliaster yang mendeskripsikan dengan sangat gamblang ciri-ciri burung, sepertinya saya harus menambahkan daerah jelajah baru buat si luntur. Dan tentunya 2 catatan terpenting selama 5 hari BBC 2011.

Pertama, laporan dari tim Haliaster bahwa melihat Babi Hutan seukuran anak kerbau di utara Bama. Berkali-berkali saya menanyakan ulang kepada mereka, “Yakin kamu, itu Babi Hutan?”, dan berkali-kali pula mereka menjawab “Yakin banget mas!”. Mantab! Setahu saya, Babi Hutan sudah dinyatakan hilang dari wilayah Bekol-Bama.

Kedua, burung yang sampai sekarang saya tidak pernah percaya kalau dia bisa ditemukan di Baluran sampai akhirnya teknologi berbicara tentang kenyataan. Adalah di Petr, peserta dari Kabupaten Ceko bersama pacarnya Katerina yang berhasil memotret burung cantik itu. Raja Udang Punggung-merah (Ceyx rufidorsa) tercatat untuk pertama kalinya dengan sangat meyakinkan di Baluran. Sebenarnya dulu sudah ada petugas yang bilang ke saya kalo mereka menemukan seekor burung sejenis raja udang berwarna merah yang mati akibat menabrak kaca jendela pos Bekol. Tapi saya tetap belum yakin kalo itu adalah R.U. Punggung-merah. Sejauh yang saya pahami, burung ini suka dengan hutan yang rapat dan gelap dan dekat dengan air. Dan itu bukan Baluran banget. Sekali lagi, foto adalah saksi paling jujur yang tidak mungkin dipungkiri siapapun.

Terima kasih untuk anda semua

5 thoughts on “210 Pasang Mata di BBC 2011

  1. mantapppp,… lagi2 saya belum bisa menepati janjiku masbro ke baluran,..

    but,.. congratulation,.. mendengar dari kawan2 dan membaca curhatanmu saya yakin kawan2 panitia remek awan yo remek pikiran,..
    **hehehe… ncen takgawe ngono bro. ben rata penggaweane🙂. yoh, kapan2 lah diselake dolan mrene😀

    • Insya allah bro,.. suk bar rioyo kan wes bebas dadi karyawan Munyuk,.. iso nang ndi2 gak kudu ijin ro bos,.. mung nduwe sangu po ra yo ra ngerti,.. wkwkwkwk,..

      bar riyoyo tak mengembara sik nang Thailand,.. menyempurnakan ilmu kanuraganku,..
      **melokkk..!!

  2. muantap mas bro! aku asline pengen melok budal neng baluran tp karo juragan di wehi penggawean maneh n Fathur (PEH KSDA) yo nguwei tugas “ojo kondo2 fathur” akhire g sido budal “sbg penggembira”.
    “asline awakmu opo ngongkon peserta inventarisasi manuk neng baluran ta? ha………. ngringankan tugasmu
    **hahaha benul boss! la tibake hasile yo uapik banget e. yo berarti kan gak sido nymbang aku lek? malah oleh honor seko bosmu patur? hihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s