Canon 50D + Tamron SP AF 90mm f/2.8 Di Macro Final Test

macro24_resize

Ok, jadi inilah akhirnya. Day 4 mencoba senjata baru dengan misil baru juga: Canon 50D + Tamron SP AF 90mm f/2.8 Di Macro.

Sempat kebingungan pegang senjata baru karena banyak panel, menu dan fungsi yang sama sekali berbeda dengan D200. Bahkan saya sempat mengutukinya karena makhluk ini lumayan tidak ergonomis (mungkin ini karena saya sudah terbiasa pake D200 kali ya?). Dibandingkan dengan D200, 50D ini akan membuat jempol sama telunjuk sampeyan menari-nari saat mengoperasikan fungsi panel di body. Meskipun beberapa shortcut jauh lebih baik dari, bahkan tidak ada di D200. Itu yang pertama. Skor 50:50.

Warna kuning yang "murup" bikin mata keculek-culek

Kedua, saya gak tahu apakah ini kekurangan atau kelebihan. Setiap gambar yang dihasilkan, mereka memiliki saturasi yang -saya bilang- berlebihan. Emang bagus sih, tapi jadi kurang natural. Saya sempat tercengang lihat hasil jepretan saya, terutama tone-nya. Bener-bener ngejreng. Bagus, tapi saya kok jadi merasa hasil jepretan saya, yang bagus tadi, seperti bukan hasil karya saya. Ada campur tangan teknologi besar di dalamnya. Tidak jarang foto saya over. Atau ada yang bisa mbantu saya, karena apakah gerangan? Faktor lensanya kah? Skor 60:40.

Ketiga, karena 50D lebih muda dari D200, sudah pasti banyak spesifikasinya yang lebih baik. Yang paling banyak “dijual” dan mudah “dipahami” adalah effective pixels sensor yang mencapai 15 mega (D200 cuma 10,2 mega). Tapi itu tidak penting bagi saya karena saya bukan bakul foto. Justru dengan file sebesar itu bikin hard disk saya cepet penuh. Continous shutter speed cukup menggembirakan, mencapai 6,3 fr/sc, sedangkan D200 cuma 5 fr/sc. Spek ini penting kalo sampeyan ingin motret obyek bergerak, atau pake tele besar tapi handling. Hmm… sepertinya untuk lebih lengkap lihat di sini saja ya? Overall skor 50:50 aja deh…😀

Bokehnya itu lo...🙂

Sekarang saatnya ngrasani si Tamron. Banyak yang bilang lensa ini sangat bagus. Dibandingkan dengan 100mm punya Canon, lensa yang harganya jauh lebih murah ini layak ditandingkan. Dan setelah 4 hari ngetes, lensa ini emang cool so much! Ringan, karena memakai bahan polycarbonate. Mudah switching dari auto ke manual focus. Kemampuan AF-nya cepat tapi berisik karena dia gak pake USM motor. Ya berisik, mungkin ini satu-satunya kelemahan lensa ini. Suara ziinggg-nya bisa bikin jantungan serangga target. Pengoperasian manual focus juga bagus. Satu hal yang bikin ketagihan, lensa ini bisa menghasilkan bokeh bisa bikin sampeyan mesam-mesem sendiri seharian. Untuk yang satu ini saya sangat berterimakasih buat istriku tercinta yang sudah rela belanja dan membawanya jauh-jauh ke Malang. Lebih lengkap ngrasani silahkan baca di sini.

Ok, gak usah kakean cangkem. Monggo disaksikan hasil testing Canon 50D + Tamron SP AF 90mm f/2.8 Di Macro. Semua foto diambil di Baluran Indah Permai Selamanya Yes!

4 thoughts on “Canon 50D + Tamron SP AF 90mm f/2.8 Di Macro Final Test

  1. asemikkk,.. top tenan hasile,.. jadi, pindah Canon po di poligami wae masbro?
    ** yo jelas poligami no bos. ben iso riting kiwo tengen hahaha…

  2. Aku luwih suka nggo Canon mas, pakai nikon terlalu banyak panel, pusing.. waktu nyoba pakai canon, cuman 15 alhamdulillah bisa menguasai basic-nya…
    **ncen nek nggo kelas pemula ki apik canon😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s