Buku Burung Baluran Versi Inggris?


 

BBB English Version

 

Untuk kesekian kalinya saya harus berdiri dari kursi, menuju dapur, mengambil gelas lalu memasukkan beberapa jumput kopi bubuk dan gula dan kemudian menuangkannya air panas. Lalu kembali saya berhadapan dengan monitor flat, keyboard, mouse, corel draw, office word, excel, notepad, photoshop, firefox dan tentunya winamp. Segelas kopi sepertinya akan sangat membantu untuk melawan rasa ngantuk, jenuh dan kepala yang semakin panas bercampur nggeliyeng gak karuan ini.

Buku burung Baluran versi Inggris sudah kurang lebih selesai 85%. Sudah hampir setahun proses penyusunan ini berlangsung, dan semakin saya selesaikan sepertinya semakin banyak saja kekurangan yang saya tambal atau saya buat baru lagi. Bahkan meskipun sekarang saya lagi diklat PEH di Kadipaten, mencuri-curi waktu untuk menyelesaikannya supaya setelah kembali ke Baluran pinginnya sudah kelar tapi tetap saja, semakin aku selesaikan semakin banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Huff… seperti tidak ada habisnya saja buku ini saya kerjakan.

Sebenarnya, rencana awal cuma ingin menterjemahkan Buku Burung Baluran yang pertama ke bahasa inggris, tapi setelah dipikir-pikir kenapa gak sekalian aja diperbaiki lebih bagus lagi. OK deh kalo begitu disusun lagi aja dengan konten yang lebih ilmiah tapi tetap populer. Maka ditambahilah konten deskripsi umum, identifikasi, suara, habitat use dan beberapa pernik-pernik yang memperlengkap informasi tentang jenis-jenis burung di Baluran.

Kemudian, proses translating yang cukup terbantu oleh mbah Google. Saya gak bisa bayangkan kalo gak ada kamus punya mbah Google, mungkin untuk translate saja akan membutuhkan waktu berbulan-bulan karena saking banyaknya tulisan. Tetapi tetap saja saya harus memperbaiki hasil terjemahannya mbah Google. You knowlah, sehebat-hebatnya mesin perterjemah pasti tetap kacau di sana-sini. Selesai translate, seperti biasanya, waktunya untuk ngriwuki satu-satunya orang yang siap diriwuki: Kang Bas hehehehe…

“Tolong dikoreksi untuk istilah inggris sekalian tata bahasanya ya Ndan.” Begitu pesan singkat saya.

Waktunya proses layouting, dan ini adalah bagian paling menyebalkan. Njlimet! Mulai dari memperbaiki kualitas tone foto burung, lalu nge-crop yang harus di-crop. Menata dan mengatur antara foto-tulisan-keterangan tambahan dalam satu halaman setengah A4 dengan tetap menjaga kualitas tampilan memang sangat menantang, tapi juga njelehi. Kadang dapat foto bagus, tulisan panjang tapi space yang ada sedikit, mana yang harus dikorbankan? Mengurangi tulisan atau memperkecil foto cantik itu? Ada lagi yang fotonya ancur dan tulisan keterangannya juga mepet sehingga banyak space kosong pada kolom yang emang sudah segitu jatahnya. Bingung lagi. Dan itu harus saya kerjakan untuk 151 spesies yang harus saya muat di buku ini.

Pada buku ini juga saya sertakan deskripsi Family secara umum. Tidak mudah juga untuk mendapatkan referensi family terutama untuk family-family burung yang tidak memiliki “nilai penting”. Mana perpustakan Baluran isinya cuma laporan kegiatan. Lagi-lagi mbah Google menjadi jin botol yang nyembul mak buss lalu tertawa terbahak-bahak seraya bertanya kepada saya, “Cari info tentang apa tuanku?” Google Books lalu terbuka di layar komputer saya. Hahh… memang susah menjadi bangsa yang malas nulis. Masak cari pustaka tentang Turdidae, Timalidae apalagi Oriolidae saja harus ngontak mbah Google. Itupun kadang masih harus nyopet sana-sini lewat 4shared, rapidshare bahkan torrent dan kalo masih gak dapat masih ada satu lagi jin yang harus dikusuk supaya keluar dari botolnya: Surip Kutilang (karena dialah copet e-book yang sesungguhnya hehehe…).

Anyway, buku ini harus selesai. Minimal sampai proses layouting dan text editing final sebelum saya serahkan ke editor bahasa dan editor ilmiah yang sampai sekarang belum dapat nama calonnya. Wuihh masih panjang ya rentetan prosesnya? Belum lagi kirim proposal ke funding yang mau mendanai pencetakan buku ini. Ada yang bisa membantu saya jadi editor bahasa? Editor Ilmiah? atau penyandang dana pencetakan?😀

14 thoughts on “Buku Burung Baluran Versi Inggris?

  1. untuk mengahsilkan sesuatu yang indah memang membutuhkan kerja keras masbro,… mantap,… kapan iso entuk bukue,.?
    **wah sik suwe bro. habis ini masuk ke editor scientific dulu, trus perbaikan, kalo gak ada koreksi lagi baru dodolan ke funding, di funding kan masih discreening lagi…. waaaa pokoke duowooo…😀

  2. Hi Mas Swiss,

    Saya murni atau mumum, ketemu blog mas dari hifatlobrain. Saya penggemar Taman Nasional Baluran. Saya kuliah lapangan kesana sekitar tahun 2002 akhir. Saya sangat salut sama pengabdian mas Swiss, TamNas secakep Baluran memerlukan dokumentasi yang baik.
    Saya penggemar pengamatan burung juga. Hampir pingsan waktu liat ayam hutan pertama saya dan Merak di alam bebas. Ga ada bandingannya dengan lukisan atau foto manapun. Belum lagi sejalanan penuh Cabak yang sedang menghangatkan diri. Hoooo… I miss it so much.
    Saya niat sih balik lagi, lagi cari waktu yang pas, tapi sebelum bisa sampai kesana gimana kalau saya bantu bukunya. Saya tidak jago-jago amat dalam bahasa inggris tapi mudah-mudahan bisa membantu. Kalau mau liat tulisan saya ada di website http://www.indohoy.com. Gratesshhh mas, demi berlangsungnya buku ini. Kalau tertarik, email aja ya.

    Karena kalau saya siap tertarik Baluran, saya pasti akan email mas Swiss😀

    **alhamdulilaah… akhirnya ada peri dari langit meluncur mak byuk mendarat di blog ini menawarkan diri meng-edit bahasa. terima kasih mbak murni. sangat berterima kasih dan mengapresiasi niat baik anda. nanti akan saya imel sesegera mungkin. mungkin besok. karena bentar ini mau meluncur ke lapangan dulu😀

    sekali lagi terima kasih untuk tawaran baik

  3. aku iso bantu2 edit bahasa sithik2..
    walao gak nduwe web koyok mbak murni..hehe..
    **siaaappp… awas nek ngko taktagih munter hehehe…

  4. pakde, bukunya buagus sangat. ini baru secuil!
    sumpah kayak buku impor😀
    coba dimasukkan ke toko2 buku besar pakde, biar orang yang di kota itu bisa tau kalo ada burung2 yang demikian luar biasa di dekat mereka.
    lagipula buku burung2 made in penulis lokal bisa dihitung jari…. (atau malah belum ada? setauku begitu) kan mantep kalo dikau dan om tedi dan tim jadi yang pertama…
    coba tawarkan ke Gagasmedia…orang2nya kreatif…hehehe… (promo)

    supangat, pakde!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s