Selamat Buat Keluarga Bebek Nyonyor


Seperti biasa, agenda hunting selalu saja tidak terjadwal. Selalu spontan dan tiba-tiba. Kemaren pagi, di hari yang cerah, dan perut yang terasa lapar. Pukul 06.00, setelah bangun pagi yang kedua (bangun pagi pertama shubuh trus tidur lagi), ada sesuatu yang melesat di kepala. Aku harus ke lapangan hari ini!

Tanpa berpikir panjang, dan tanpa sikat gigi juga (seperti biasanya), langsung saja aku meluncur ke ruang PEH. Sahabat terbaikku di Baluran : Nikon D200 dan Sigma F5-5.6 170-500mm sepertinya sudah tahu kalo aku akan meluncur pagi ini, sudah menunggu.

“Mau kemana, Ndan?” sapanya sambil bertanya.

“Hmmm..kemana ya?”  jawabku pura-pura bingung.

“Gimana kalo ke Gatel saja?” Dia memberi usul. “Sekalian ngecek burung migran.” Sekarang dia memberi justifikasi.

“OK!”

Berangkatlah kami menuju Gatel. Salah satu tempat terbaik ngamati burung air di Baluran. Kurang lebih 25 km dari kantor Batangan tempat kost gratis dimana saya tinggal yang di depannya terdapat papan bertuliskan  “Pos Pengamanan Taman Nasional Baluran” . Gatel terletak di ujung barat laut Baluran, berbatasan dengan pemukiman.
Lokasi wajib yang harus didatangi di kawasan ini adalah pertambakan, tempat dimana Bubut Jawa juga sering terpantau. Tidak terlalu luas, tapi bukan lokasi yang mengecewakan untuk berburu foto burung air. Burung idola di lokasi ini tidak lain adalah Bebek Nyonyor (baca: Itik Benjut dalam nama Indonesia). Kenapa idola? Karena pertama, jumlahnya tidak banyak. Kedua, sangat susah didekati. Ketiga, kalaupun ditunggu di tempat strategis juga gak mau mendekat. Dan keempat, jarang teramati.

Alasan keempat, setelah saya sadari, ternyata tidak berlaku untuk satu bulan terakhir. Karena di 4 pengamatan terakhir saya, dia selalu tercatat dengan sukses. 2-7 ekor. Ada apakah gerangan?

Jawabannya mungkin bermula dari adegan kejar-kejaran dengan si Bebek Nyonyor ini.

Konon, di suatu kolam tambak yang tidak terpakai, berkumpullah 7 ekor Bebek Nyonyor ketika saya baru mendarat di sana. Bersama dengan seekor kuntul unidentified, dan beberapa anggota bani scolopacidae, bebek-bebek itu dengan tenangnya berenang dan mencari makan. Aku parkir si Wiwin (motor kesayanganku) di tempat yang agak jauh dan teduh. Lalu aku mulai mendekat ke kolam, setelah dikira sudah cukup dekat, akupun mulai tiarap, merangkak mendekat. Sambil merangkak di balik rerumputan dan gundukan tanah mungkin cara terbaik supaya tidak kepergok burung sensitif ini. Dan syukurlah, akupun bisa mencapai bibir kolam, titik terdekat dengan keberadaan mereka tanpa kepergok. Setelah mengatur nafas yang agak ngos-ngosan sehabis merangkak karena udara juga panas, akupun segera rise my head. Ndasku njendul. Perlahan-lahan, aku mulai bisa melihat dari dekat kelompok burung cantik ini, dan bersamaan dengan itu, bebek-bebek itu juga sudah menatap mataku yang sudah terlanjur mati gaya. Dalam hitungan kurang dati 3 detik… kwik…kwik…kwik… merekapun terbang menjauh.

WEDHUS!!

Dan adegan ini terjadi sampai tiga kali. Merangkak dan belepotan lumpur tambak ternyata belum bisa meluluhkan hatinya. Pada usaha yang kedua, aku coba tunggu mereka di tepi kolam yang agak jauh, dengan harapan mereka akan mendekat ke posisi tempatku menunggu. Ternyata gak mempan juga padahal sudah habis tiga batang GG Inter.
Nah, konon itu berujung pada adegan kejar-kejaran yang keempat. Di suatu kolam kecil yang terisolir oleh genangan air di tepi-tepi galengan kolam di sekelilingnya. Skenarionya tidak jauh berbeda: masuk ke endapan lumput selutut sambil mendekat; dan endingnya pun juga bisa ditebak: mereka jijik melihatku lalu terbang menjauh.

Tapi tunggu dulu! Sepertinya endingnya gak begitu, ada yang gak mau terbang! Atau lebih tepatnya gak bisa terbang! Mereka adalah empat ekor balita Itik Benjut! Seiring induknya yang pergi, mereka menyusul dengan berenang masuk ke kerumunan akar dan ranting Beluntas. Lalu bersembunyi. Ooo.. jadi ini to yang bikin bebek-bebek itu tinggal lama di lokasi ini? Mereka sedang mangayu bagyo karena dikaruniai bocah-bocah lucu.

Karena belum sempat dapat foto yang kinclong. Maka tidak ada pilihan lain, aku harus menunggu mereka keluar sambil sembunyi. Tapi tidak ada tempat bersembunyi yang bagus, karena semua hanya rumput pendek dan beluntas yang terlalu rapat dan gatal untuk diterobos. Hanya ada satu pohon yang sepertinya available untuk bersembunyi: Acacia nilotica!! Nah kon, panganen iku akasia!

Tapi gak apa-apalah. Demi mendapatkan foto balita-balita dari burung paling menyebalkan, duri akasia pun serasa jarum refleksi yang mancep di kaki, pundak, sikut, paha dan tanganku. Sambil sesekali misuh WEDHUS!

Dan selesailah konon itu, balita Itik Benjut keluar dari persembunyian lalu berenang dengan tenang, tidak tahu tahu kalo ada yang mengawasinya, memotretnya berpuluh-puluh sambil tersenyum puas meski sekali lagi harus misuh, WEDHUSSSS! Karena kali ini yang kecokrok duri akasia adalah telingaku.

.

**burung-burung lain yang gak sengaja nyantol di lensa D200

9 thoughts on “Selamat Buat Keluarga Bebek Nyonyor

  1. Banyak bertebaran kata “konon” ki jane tenanan ora je critane…Waaaa pembohongan publik ikiih!!hehhee, tur apik kui bebek e Broth. It’s like a fabel story on Eropa, namely The Ugly Duckling. Gek jaman cilikanmu ono rak?
    **JAMAN CILIKANKU KI ONONE MUNG NEKER KARO LAYANGAN YOO… IKI REAL STORY SING DIDRAMATISASI BENN KAYA TALE OF BABY DUCK HALAH…

    • haiyo ngunu kui…”konon” swis kecil sering bermain main di kampus kehutanan….
      dia menjadikan KSK sebagai rumahnya dan kampus kehutanan sebagai halaman rumahnya…jiakakakkaka
      **IKU SING JENENGE MEMANFAATKAN PUBLIC SPACE SEBAIK MUNGKIN HEHEHEHE…

  2. o,.. pacarmu si wiwin to nda?,..

    hahaha,.. lha iku ngamati itik benjut opo wedhus?…

    Mantap,..
    **NAH YO IKU MAKSUDKU. MAKSUDE ANAK2E BENJUT IKU TAKKEI JENENG WEDHUS 1, WEDHUS 2, WEDHUS 3 KARO WEDHUS 4 HAHAHAHA…

  3. berjalan-jalan di dunia maya, saya tertambat di blog ini..kenapa, yup..saya mencintai Banyuwangi, sebuah kota dengan sejuta kesederhanaan budaya di dalamnya..Baluran, Alas Purwo, Meru Betiri, Ijen, Raung menjadi background untuk sebuah foto humanistik yang menakjubkan.

    foto dan tulisan, membuat sebuah perjalanan tak hanya terbang ke udara..dan saya melihatnya di blog yang menakjubkan ini..

    wokay, salam dan senyum dari seseorang yang menghormati Anda ini🙂

    still mlaku-mlaku, still fotograph and still nulis..jai guru deva om..

    dan selamat hari pers nasional buwat semuanya..:D

    ~ andrea
    **SAMA-SAMA BUNG ANDREA. TERIMA KASIH SEKALI SUDAH BERKENAN MAMPIR DAN APRESIASI YANG DIBERIKAN. SEMOGA MENJADI RUANG SILATURAHMI DAN BERBAGI KEINDAHAN… SALAM DARI BALURAN😀

  4. mantaps! jadi pengen ke Gatel nih..
    kapan ya bisa ke baluran lg. salam buat Pak Indra, mas..

    salam,
    FHS
    **MONGGO, DITUNGGU LO. OKE SALAM AKAN SEGERA DISAMPAIKAN. TAPI KOK SAYA LUPA YA, KAPAN MAS FERRY KE BALURAN?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s