Aurat Yang…


Apa yang membuat aurat bisa membuat banyak orang sangat penasaran ingin melihat? Meskipun bentuknya juga gitu-gitu aja? Sangat sederhana, karena dia selalu disembunyikan. Saya sedang tidak ingin membenturkan logika ini dengan sumber-sumber hukum dari agama manapun yang juga melarang mempertontonkan aurat.
Semakin tinggi gunung menjulang, semakin tertantang orang untuk menaklukkannya. Seperti hukum termodinamika, semakin besar energi laju benda, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk menghentikannya (nyambung nggak sih?).

Tapi ada juga logika yang lebih “menggoda”. “Mengapa yang enak-enak itu diharamkan?” begitu dendang Wak Haji Rhoma Irama sambil mengangkat gitar Fender-nya (apa iya Fender? sok tahu!). Jadi logika sederhananya, sesuatu yang dilarang, disembunyikan, bersembunyi atau minimal agak kemalu-maluan, itu pasti enak.

Jadi anda memilih yang mana? Aurat adalah hal yang memang harus disembunyikan, ataukah aurat adalah sesuatu yang enak?

3 thoughts on “Aurat Yang…

  1. aurat itu …, belum tentu enak lo mas
    betul, kadang tergantung apakah masih baru ato udah second hehehe

  2. jarene …, jarene lo yooo,
    (lha wong jarene-ae loo… )
    sing ‘tergantung’ itu ndak enak, enakan yang berdiri kokoh,
    …jarene! endang bambang …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s