Ayo Dong… Tuhan


israel-palestineSekali lagi, dunia dibuat tercengang tidak percaya melihat sebuah kejahatan kemanusiaan dibeberkan terang-terangan di depan mata mereka. Sebuah kejahatan kemanusiaan yang di-legalkan oleh kekuatan politik dunia. Dan sialnya kekuatan politik sama sekali tidak mewakili hati nurani manusia seluruh dunia. Dan yang lebih sialnya lagi, kita juga, yang mengelu-elukan ideologi yang berdiri kokoh di balik kekuatan-kekuatan itu.

Israel menggempur habis-habisan palestina. Mulai dari rudal, tank, senjata otomatis, kapal perang, pesawat jet hanya untuk melawan lemparan-lemparan batu pemuda-pemuda pemberani yang sudah menghapus istilah “maut” dalam hidupnya. Kalaupun ada senjata yang lebih canggih, itu paling-paling cuma senjata buatan Soviet bekas perang dunia ke II, rudalnya pun nggak mampu meluncur jauh-jauh.anak-palestina-di-gerbang-perbatasan-gaza-mesir anak2-palestina1

Ok-lah kalaupun ini disebut perang, karena Hamas dan Israel sama-sama melakukan penyerangan, tapi apa yang dilakukan Hamas tidak lebih dari mempertahankan secuil tanah sah milik mereka dari tangan penjajah. Dan akhirnya, seperti halnya drama-drama penjajahan, korban terbanyak lagi-lagi harus ditanggung si pemilik kedaulatan yang notabene adalah masyarakat sipil. Kalau tidak salah skor sementara 18-830 untuk keunggulan korban terbanyak di pihak Palestina!!

antara-holocoust-dan-gaza bayi1

Wake up people!! Ternyata ini bukan perang! Ini adalah pembantaian! Holocaust! Dan pembantaian itu dilakukan oleh sebuah negara! Dan “didukung” oleh para pemimpin politik dunia yang seharusnya lebih bersikap obyektif dan netral!

Dan negara-negara Arab? Saya nggak yakin  mereka ingin segera pertikaian ini berakhir, karena semakin lama pembantaian ini berlangsung sangat dimungkinkan akan mendongkrak harga minyak dunia yang harganya hancur-hancuran setelah mengalami puncak rekor harga termahalnya tahun lalu. Para emir-emir itu tentunya nggak pingin rugi dong…

Indonesia? Apakah dengan bantuan-bantuan yang telah diberikan apakah itu berarti Indonesia berada di pihak Palestina? Ingat, semboyan SBY “bersama kita bisa” itu sangat mirip dengan semboyan presiden Amerika terbaru “together, yes we can” dengan partai yang sama Demokrat!! Dan yang lebih penting lagi, kita sudah mau Pemilu lagi lo….palestina1-copypalestina3-copy

Jadi, saudaraku Palestina, sekarang siapa kawan dan lawanmu sebenarnya? Siapa sebenarnya yang sedang membantaimu habis-habisan pun yang membelamu mati-matian? Engkau sedang menghadapi dunia sendirian. Tidak ada yang akan membelamu, karena di mata dunia ini engkau tidak berharga, engkau tidak strategis untuk dijadikan sekutu.

Jadi tidak ada lagi yang perlu kau takutkan! Karena semakin engkau diremehkan oleh dunia, semakin mulia engkau akan dipandang Tuhan. Karena tidak ada lagi selain Dia yang bisa menjadi sekutumu. palestina4-copypalestina6-copy

Dan Tuhan…ayo dong… tunjukkan sebentar saja bahwa Kau masih ada. Bikin sedikit saja sulapan supaya mereka tahu kalau Engkau sedang menyiapkan rencana indah di balik ini semua. Bikin semua orang di dunia kebelet pipis bareng dan buat saluran air yang semuanya bermuara di Israel, biar kelep semua tentara-tentara Israel. Atau ganti serbuk mesiu peluru-peluru Israel dengan serbuk kopi, glepung atau bedak atau apalah! Semakin gak logis semakin bagus. Plizz ya Tuhan…

palestina-dukapalestina88

6 thoughts on “Ayo Dong… Tuhan

  1. massyaallah…
    kang swis kita di jogja melakukan doa bersama untuk konflik di jalur GAZA pada waktu Rapat Anggota KIBC di Kaliurang 19 Januari 2009
    God Bless KIBC.. Israel is Death, start now….from Gaza!!!

  2. Untuk Arab jelas ga bisa diharapkan, benar juga ya usulan untuk mindahin Ka’bah dari Arab. Arab dipimpin anak keturunan Ibnu Saud, yg hampir di kamplengi Umar gara-gara kencing di Masjid. Walah orang Badui dijadikan Raja…remukkkkk
    jadi intinya, arab saudi itu negara penjahat yang memanfaatkan mekah–ka’bah sebagai legitimasi perbuatan biadab mereka terhadap sejarah Islam?

  3. sabar mas, mari kita berdoa dan tunggu saat kedatangan sang imam mahdi yang akan menyikat habis gerombolan bani israel ‘si keparat’

  4. aduh, mas swiss,. fotonya anak kecil yang otaknya terberai-berai itu disensor dikit dong,. ngelewatin gambarnya aja gak kuat apalagi liat,.
    Allahuakbar,.
    **SENGAJA HAN, BIAR DUNIA TAHU BETAPA KEJAMNYA NEGARA ZIONIS ISRAEL…

  5. maaf mas saya kurang setuju dengan penulisan kata
    “Dan Tuhan…ayo dong… tunjukkan sebentar saja bahwa Kau masih ada”
    mungkin seharusnya penulisan harus di ganti dengan kalimat
    “Dan Tuhan…ayo dong… tunjukkan sebentar saja bahwa Kau selalu ada bersama kaum muslim”
    karna kalimat “Kau masih ada” akan memberi ma’na Bahwa Tuhan bersifat Fana (Binasa),
    Sesungguhnya kan Tuhan bersifat Baqo’ (kekal)
    sekali lagi saya minta maaf saya cuma sekedar mengingatkan
    .
    **mbak/mas Nuda, terima kasih udah mampir di Baluran and Me, dan terima kasih sekali bersedia mengomentari tulisan saya.
    betul, Allah memang bersifat Baqo’ (kekal) tapi jangan lupa, Allah juga bersifat Wujud (ada). itu yang dulu waktu saya kecil sering menyanyikan syi’ir di langgar setelah mengaji. Wujud Hidam Baqo… Muqolawatu lil hawaditsi… Hiyamuhu Binaf sihi…. dan seterusnya… Allah ada bukan karena apa2, Beliau ada karena memang beliau mutlak ada. bahkan ketika semua manusia di bumi berhenti menyembahNya, ke-Ada-an Allah tidak akan terpengaruh sama sekali. Allah esa karena dirinya sendiri bukan karena apa2…
    dan saya rasa jadi gak adil juga kalo Allah cuma bersama kaum muslimin saja. Islam saja bisa bersifat rahmatan lil ‘alamin, untuk seluruh penjuru semesta, masak Allah gak? terlepas kemudian Allah akan berada di belakang barisan kaum muslimin karena Beliau sendiri yang mengatakan “…dan kuridhoi Islam sebagai agamamu”, karena sifat rohim. rohim adalah cinta yang mendalam hanya untuk kaum muslim, tapi bukankah Beliau juga punya sifat rohman? rohman adalah cinta yang meluas. meluas ke semua makhluknya sampai di pojok2 semesta. tentunya Beliau punya strategi dan kebijakan sendiri untuk menyebarkan sifat rohman-Nya yang kadang kita tidak mampu memahaminya…

    semoga kita diberi kesempatan untuk mencicipi kebangkitan kembali Islam

    • ya,., saya juga tau,,, tapi maksud saya jika penulisan nya “Tunjukan sebentar saja bahwa Kau masih ada” yang sangat di sayangkan adalah kata MASIH,jika MASIH mungkin kesananya balakan musnah atau gak ada lagi. maksud saya lebih baik jika kata MASI*H di ganti dengan kata SELALU,,,
      oh,., ya mas, maaf saya perempuan
      **mbak Nuda, maaf kalo saya agak ngeyel ya hehehe… satu hal yang harus kita sadari bahwa Allah, di dalam konstelasi kehidupan kita, sudah berada di pinggir lapangan. Allah sudah sedemikian rupa dipinggirkan oleh manusia, bahkan oleh umat Islam sendiri. Allah menjadi sub-ordinat di setiap langkah hidup kita. betul gak?
      kita lebih takut kepada atasan kita daripada kepada Allah. kita lebih berani korupsi, ngutil, mencuri hanya karena tidak ada yang tahu, kita lupa kalo sensor Allah mengawasi 24 jam non-stop. hal yang membuat kita gagap gempita gembira bukan kepalang adalah dapat hadiah jutaan rupiah daripada menyantuni fakir miskin. kita lebih nangis terisak-isak diputus pacar daripada berpisah dengan Ramadhan. betul? bahkan untuk mengambil sebuah keputusan penting kadang Allah tidak kita libatkan, kita lebih percaya pada logika, tabel, analisis SWOT atau apalah daripada Allah. dan penyakit menomor-duakan Allah itu bahkan sudah merambah sampai ranah politik yang jelas2 mempengaruhi kehidupan banyak orang. di semua negara di dunia!
      kenapa saya menggunakan MASIH daripada SELALU? sebenarnya saya ingin menyindir semua saudara saya dimanapun yang membaca tulisan ini termasuk mengingatkan diri saya sendiri “ayolah, kita hadirkan Allah sebentar saja dalam kehidupan kita, sebentar saja!”, ayo berpikir jernih, ayo kita berdiskusi dengan akal sehat dan hati nurani bahwa jauh di dalam diri kita ada sesuatu yang kita rindukan. kerinduan yang selama ini panggilannya kalah hingar bingarnya dengan keasyikan kita kepada dunia dan semua yang menipu di dalamnya. kerinduan kepada Sesuatu yang selama ini kita pinggirkan.
      Allah tidak butuh disembah kok, Beliau juga tidak butuh di-esa-kan, apalagi di-SELALU-kan. itu semua tidak akan mempengaruhi eksistensi Allah. sedikit pun! tapi kita yang butuh Allah. kita yang butuh menyembahnya, memujinya dan mencintainya. dan melihat ketidakadilan yang terjadi di Palestina, masak sih itu tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk sebentar saja menoleh kepadaNya? lalu kita semua, umat muslim sedunia, berdoa bersama2 memohon kepada Allah untuk keselamatan saudara2 kita di Palestina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s