Puisi-Puisi Ramadhan II


Aku ramadhan

1.

selamat datang saudara-saudara

keselamatan dan rahmat untuk anda semua

mari silahkan masuk saja

gubug saya masih banyak ruang tersisa

tapi ini hanya gubug bambu

cukuplah untuk sekedar berteduh

dari panasnya dunia yang memburu

dari dinginnya malam yang menipu

2.

apa kabar setahun ini

perjalanan panjang yang anda tempuhi

adakah pelajaran yang anda mengerti

adakah pencarian yang anda temui

bagaimana dengan anak istri

minyak goreng, gula dan sepiring nasi

dan sekolah anak-anak belahan hati

adakah yang sampai perguruan tinggi

3.

hidup memang sangat mahal

karena ongkos sejarah kita juga sangat royal

dihambur-hamburkan oleh sistem manajerial yang gagal

yang hidup di dunia khayal

politiknya bohong-bohongan

ekonominya curang-curangan

budayanya ikut-ikutan

dan agamanya asal-asalan

4.

tapi untungnya anda adalah rakyat

yang tidak pernah tidak kuat

tiada berputus asa menghadapi hidup yang sangat berat

meskipun jelas-jelas negara telah berkianat

tanah, air dan hutan anda dicuri

di depan mata anda sendiri

dan tiada serupiahpun yang kembali

untuk membangun bangsa yang sejati

5.

sudah enak pake minyak tanah

minyak tanah dibuat jarang dan langka

biar anda ganti kompor gas sumbangan pemerintah

yang belum masak airnya sudah meletus kompornya

setelah semua pada pake elpiji

harganya terus dinaikin tiap hari

sampe anda bingung pake apa buat masak nasi

lha..eman je kalo tabungnya sampe habis nggak terisi

6.

tidak ada yang membela kehidupan anda

hak-hak anda juga martabat anda

tidak ada yang peduli dengan penderitaan anda

kecuali untuk headline media masa

anda dijadikan bulan-bulanan

oleh mereka yang rakus keuntungan

keuntungan politis dan kekuasaan

sampai anda sendiri bingung mana kawan mana lawan

7.

tapi anda memang tidak perlu bantuan negara

jika itu hanya hutang beriba

yang akhirnya anak cucu anda

nantinya yang harus kena denda

anda terus bernafas lega

meskipun tanpa subsidi oksigen dari negara

anak anda akan terus bersekolah

meski sekolahan sudah disulap menjadi toko ijazah

8.

yang tukang ngamen teruslah menyanyi

yang petani teruslah menebar benih

yang pedagang teruslah bermesraan dengan pembeli

yang guru teruslah mengajarkan ilmu yang hakiki

yang penghasilannya tidak seberapa

cobalah jualan anthurium gelombang cinta

syukur kalau dapat yang variegata

pasti mahal harganya

9.

mari-mari saudaraku

mari menghindar sejenak dari kebisingan

menepi ke sudut keheningan

ngumpet di balik bayang kegelapan

supaya paham kita akan cahaya

supaya tidak silau kita akan kemilaunya

pun gelagapan kala diterpa kegelepannya

sebab kepada kesunyian pula kita akan bermuara

10.

dunia sudah sangat menyesakkan

sumuk, ongkep bikin keringetan

untuk mencari kesenangan dan kemapanan

manusia berebut mencari tuhan-tuhan

tuhan-tuhan menjadi sangat laris

asal bisa mendatangkan uang dan kekuasaan

jadilah dia barang sesembahan

tak peduli asalnya dari partai atau korupsi proyek milyaran

11.

sebelum mengunjungi kantor-Nya

ber-la ilaha-lah dengan sesungguh-sungguhnya

bahwa tiada yang pantas disembah

bahwa tuhan-tuhan itu adalah tiada

menjadi kafir adalah permula

sebab akhirnya anda akan ber-illallah

meng-kecualikan semua yang bukan Dia

berislam yang sempurna

12.

tegakkan ikhrom-mu

menyeluruh atas nama Tuhanmu

supaya menjelma wahyu-wahyu

menerangi jalan hidupmu

ruku’lah dengan hati mencakrawala

iktidallah dengan riang gembira

sujudlah dengan bermartabat sebagai manusia

dan tebarkan doa keselamatan untuk alam semesta

13.

sebagai bonusnya

Tuhan mengutus ramadhan untuk anda

sebagai penawar lara

sekalian proyek mencicil surga

syarat dan ketentuan masih berlaku

tapi dijamin tidak bakal menipu

asal anda juga jujur

menjalankan perintahNya dengan teratur

14.

ramadhan adalah bedug buka

dari perjalanan panjang puasa sejarah

yang kering dan sara

sebagai bangsa yang belum merdeka

teks proklamasi hanya sejarah

pun bung karno bung hatta

sudah syahid mendahului kita

tapi semangat berjuang harus tetap kita jaga

15.

meski tidak dengan lauk ayam

sambal terasi dan sayur bayam

tetap menu buka yang layak diidamkan

karena sahaja pasti membawa nuansa tentram

begitu juga kemerdekaan bangsa kita

tidak perlu gemerlap pawai dan upacara negara

asal sandang pangan rakyat terjaga

keamanan dan keadilan bersama paling utama

16.

mari-mari belajar tentang ramadhan

belajar mengelola negara yang bersahaja

makan sahur secukupnya

pun buka puasa cukup dengan 3 biji korma

berlebih-lebihan adalah sifat setan

yang jelas anda akan menyesal jika ikut-ikutan

pembangunan tanpa perencanaan

ujung-ujungnya juga utang berkepanjangan

17.

boros dan foya-foya tiada sedikitpun guna

uang disimpan di lemari pun sia-sia

tiada berkurang pun bertambah

sampe akhirnya habis dimakan rayap dan usia

memperbanyak amal dan shodaqoh

berarti memperpanjang putaran uang

perekonomian pun makin kokoh

sebab klien dan langganan otomatis berdatangan

18.

sholat tarawih di masjid atau mushola

berarti menyempatkan diri berjamaah

menjalin komunikasi dan ukuwah

dipimpin oleh imam yang dipilih bersama

sang imam pun tidak boleh ngeyel apalagi menangan

kalau emang salah harus siap dibetulkan

kalau emang batal harus rela digantikan

asal negara jamaah tidak boleh berguguran

19.

ramadhan sang kekasih

terima kasih dan terima kasih

sudi mampir disini

di hati dan kalbu kami

cahayai hidup kami

sirami ladang jiwa kami

reparasi nasionalisme kebangsaan kami

hibur tirakat sejarah kami

20.

kami adalah mimpi-mimpi

dua ratus juta nyawa bahkan lebih

yang belum paham sinar pagi

karena malam terus dimanipulasi

akankah kami mampu kusyuk beribadah

kalau nasi saja masih bingung meminta-minta

bisakah kami ikhlas berzakat

kalau penghasilan saja masih tersendat-sendat

lalu bagaimana kami harus berjanji

kepada anak dan istri

atau bahkan kepada diri sendiri

kalau di akhir nanti tidak mendapat fitri

One thought on “Puisi-Puisi Ramadhan II

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s