Puisi-Puisi Ramadhan I


Puisi-puisi Ramadhan

.

1
engkau kembali lagi ke sini
setelah lama hidup kami dalam sunyi
setelah lama jiwa kami merintih
menahan dasyatnya kebodohan sendiri

.
seperti kemarin saja
kita bermesraan berdua
tanpa terasa esok pagi berjumpa
wahai bulan yang paling utama

.
tapi jangan tersinggung
jika ada beberapa dari kami yang murung
sambil melungker di dalam sarung
sebab kedatanganmu sedikit mengurangi untung

.
2
kumantapkan hati dan niat
kukemasi kesenangan, dunia kulipat
kusiapkan seluruh hidangan nan nikmat
untuk menyambut tamu penyelamat akhirat

.
tapi apa dayaku
hamba yang bodoh dan dungu
berulang kali salah dan keliru
tidak bisa memilih mana yang sejati mana yang semu

.

3
engkau adalah utama dari yang utama
rukun islam lima isinya kau ada dua
hanya bagi yang beriman engkau bersedia
yang lain cukuplah penonton dan penggembira
.
tapi bukan kegembiraan yang kupandang
bukan pula kesedihan yang kuharapkan
cukuplah hati yang deg-degan
menanti kekasih yang sebentar lagi datang
.
4
semua orang menganggap dirinya berpuasa
membiarkan dirinya lapar dan dahaga
namun hanya untuk badan dan raga
bukannya hati dan jiwa
.
mulut tiada berhenti ngrasani
tangan dan kaki tanpa kapok menyakiti
tiada keikhlasan saling mengerti
tapi yakin di akhir mendapati fitri
.
5
semua orang berbondong-bondong ke masjid
memperbanyak rakaat dan wirid
tanpa menyadari ada yang nylilit
di hati setiap saat menjelma menjadi penyakit
.
para artis beramai-ramai ngomong pahala
kebiasaan maksiat ditinggal takut dosa
tapi siapa tahu itu hanya sandiwara
dalam hati aku hanya bisa tertawa ha…ha…ha…ha
.
6
belum selesai aku mengherani itu
datang temanku dengan mata sayu
menyodorkan sepaket sabu-sabu
diajaknya aku ke dimensi tabu
.
ayo dab…isap-isap tak perlu sungkan
penuhi hidup dengan asap kenikmatan
toh ini bulan penuh ampunan
lagi-lagi dalam hatiku cuman bisa ngomong: bajingan!
.
7
bagaimana aku harus bahagia
menyambut kekasih di gubukku yang sederhana
kalau pada akhirnya harus berpisah
meninggalkanku sendiri dalam hampa
.
tapi bagaimana aku juga bersedih
padahal hanya engkau yang maha pengasih
merawat dan menjagaku dengan sepenuh hati
tanpa sesaatpun lalai mencukupi
.
8
sejarah telah menumpahkan cerita
terhimpit di antara darah dan air mata
manusia keblinger mengejar dunia
sampai tersandung-sandung dusta dan hina
.
di pojok lainnya
sekelompok manusia memuja-muja agama
agama dijadikan dewa dan berhala
sampai-sampai tuhan sendiri tak tahu dimana dia berada
.
9
manusia pada kebingungan
tidak tahu mana utara mana selatan
tidak paham mana perintah mana larangan
atau memang sengaja tidak mau kenal yang namanya ajaran
.
itulah dunia yang sedang lupa
sebab gerhana telah menyembunyikan cahaya
dalam gelap hati tidak henti bertanya
dimanakah engkau kekasih tercinta
.
10
sudah habis sepertiga bulan
shof-shof sudah mulai kelihatan maju ke depan
pasar-pasar mulai kembali berdesakan
bahkan ada yang berani jajan di jalanan
.
mulai kelihatan sangat
siapa yang berangkat dengan sedikit niat
padahal perjalanan akan semakin berat
tapi bukankah itu yang membuat cinta menjadi nikmat
.
11
sekarang mari kita turun ke jalanan
atau menyusup ke pinggir-pinggir malam
tanggalkan dulu jubah keakuan
sebab ketinggian ilmumu adalah kematian
.
mencari allah bukan hanya di masjid adanya
dia tidak di mana-mana
tidak pula di waktu tertentu saja
sebab ruang dan waktu tidak akan pernah bisa memenjarakannya
.
12
dirikan masjid dimanapun engkau berada
dengan sujud dan lantunan doa
hati penuh harap mendambakan yang tercinta
di situlah dia berada
.
masjid tembok hanyalah kuburan
jika hanya diramaikan oleh kemewahan
yang segera melapuk oleh matahari dan hujan
kecuali jika dihiasi dzikir dan kerinduan
.
13
ramadhan juga ada dua macamnya
satu ramadhan raga
yang satu lagi ramadhan jiwa
tiket keselamatan menuju surga
.
menunaikan ramadhan raga
tidak lebih mendapatkan hanya lapar dan dahaga
menunaikan ramadhan jiwa saja
sama juga menjadi hantu tak bernyawa
.
14
ramadhan raga mudah mendapatkannya
namun juga mudah kehilangannya
hanya satu purnama
sesudah itu kembali ke jaman jahiliyah
.
sedangkan ramadhan jiwa
takkan selesai percintaan dengan keindahannya
dunia menjadi tiada arti dan harga
sebab cukuplah janjinya menjadi pelipur lara
.
15
orang yang mengerjakan ramadhan raga
akan bahagia saat lebaran tiba
sebab baginya tiada yang bermakna
selain perut dirajam lapar dan dahaga
.
sedangkan orang yang beramadhan jiwa
tidak akan cukup baginya setelah berbuka
hati dirundung ketakjuban tiada percaya
kala cahaya qodar dibuka didepan mata
.
16
bagikan ramadhanmu kepada siapa saja
kepada langit, gunung, sungai, air atau udara
sebab jauh di dalam rahasianya
sesungguhnya mereka lebih berpuasa dari pada kita
.
bagaimana mereka tidak selalu puasa
sedangkan manusia tidak bisa berhenti berbuat aniaya
tidak menjadi alasan bagi mereka untuk tidak berbuka
lalu menumpahkan murkanya
.
17
bagi-bagikan ramadhanmu kepada semua
sebab berpuasa adalah untuk melatih jiwa
menjadi lebih peka berderma
mendengar, melihat dan merasa
.
bagi-bagikan ramadhanmu kepada semua
sebab tiada ramadhanmu berguna
kalau hanya untuk pamer ke tetangga
atau berlaga di depan mertua
.
18
selamat datang wahai ramadhan
orang arab mengatakan ahlan wa sahlan yaa ramadhan
silahkan…silahkan tak perlu sungkan
maaf kalau tidak ada yang bisa disuguhkan
.
maklum kami punya kata
hidup semakin terasa susah
bbm membubung tak terkira
subsidi cuma seratus ribu rupiah
.
19
kami hidup di negeri yang indah nan kaya
ada yang menyebut zamrud katulistiwa
tapi tidak dengan rakyatnya
yang dari dulu begitu-begitu saja
.
menanam padi panennya utang beriba
menebar jala yang kejaring malah limbah berbahaya
tki berangkat bekerja ke negeri tetangga
tki pulang setelah disiksa majikan celaka
.
20
hidangan sahur kami penderitaan
beratus-ratus tahun dikekang penjajahan
mulai dari purtugal, belanda sampai jepang
harta nyawa tiada terkira demi sebuah perjuangan
.
suguhan buka kami kekecewaan
karena tidak ada yang diharapkan dengan kemerdekaan
yang hanya untuk kaum beruang
rakyat kecil tetap saja kelaparan
.
21
ramadhan engkau bukan bulan puasa
karena kalau hanya lapar yang engkau bawa
sesungguhnya kami sudah puasa sepuasa-puasanya
kami sudah lapar selapar-laparnya
.
tunjukkan saja kepada pemimpin kami
bagaimana kita tidak hidup sendiri
tapi kerelaan hati untuk saling berbagi
bersama-sama hidup saling mengerti
.
22
berpuasalah dengan puasa
bukan mencari pahala
atau takut dosa
apalagi sekedar tambahan acara
.
sebab tuhan maha esa
bukan karena pengakuan kita
atau keingkaran semua manusia
tuhan esa karena keesaannya
.
23
inilah pengakuanku
hambamu yang tak tahu malu
mencoba mencuri-curi perhatianmu
mengendap-ngendap di balik cahayamu
.
hambamu yang bodoh dan hina
datang dengan tangan yang mengiba
memanggilmu dengan panggilan yang meminta
pandanglah aku wahai yang maha kaya
.
24
miskin membuatku putus asa
putus asa memaksaku menghalalkan segala cara
hanya demi sebuah dunia
yang sayap nyamuk lebih berharga darinya
.
bagaimana bisa aku menghadapmu
sedangkan dunia terselip di saku
membutakan kedua mataku
mana yang sejati mana yang semu
.
25
esok sahur kita yang pertama
hanya satu purnama
ramadhan menyediakan dirinya
terserah kita mau apa
.
menemukan fitri di hari raya
atau kembali jahiliyah
.

jogja, akhir syaban 1426 H

2 thoughts on “Puisi-Puisi Ramadhan I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s