Alam Semesta Yang Sedang Bekerja


Salah satu keyakinan yang sampai saat ini aku pegang adalah “bahwa setiap keinginan pasti akan terkabul” meskipun dengan cara dan porsi yang tidak kita perhitungkan. Dan kalimat-kalimat itulah yang hampir selalu aku katakan kepada temen-temen yang aku cintai:”Bermimpilah karena alam semesta akan mengintip mimpi-mimpimu dan meng-komandoi seluruh elemen alam semesta untuk segera bekerja mendukung mimpi-mimpimu!”

Dulu sewaktu kecil aku suka manjat ke atas genting rumah dan memandangi hutan-hutan pegunungan yang mengelilingi kota kecilku. Sampai SMA aku tinggal di kota Batu, kota kecil yang dikelilingi gunung-gunung. Gunung Arjuna di sebelah utara, jajaran pegunungan Biru dan gunung Banyak di sebelah barat, gunung Panderman dan gunung Kawi di sebelah selatan. Agak jauh ke timur ada pegunungan Tengger-Bromo-Semeru.

Melihat hutan-hutan pegunungan yang selalu hijau sepanjang tahun dan mosaik ujung-ujung kanopi selalu membuatku merasa damai. Seandainya aku bisa hidup di dalam hutan-hutan yang tenang itu, pikirku dalam hati. Pernah suatu hari aku, saking kepinginnya berdiri di puncak gunung Panderman, menyisir curah (sungai tadah hujan) di sebelah barat rumah yang berujung di curah Sapi di gunung Panderman.

Bebatuan sebesar anak kerbau aku terjang, juluran tangkai berduri mimosa sp tidak aku pedulikan, demi gunung Panderman, bahkan aku tidak berpikir jauhnya jarak yang harus aku tempuh untuk sampai ke sana. Tapi tanpa dikira, dari arah depan, tiba-tiba muntahan air menerjang ke arahku. Segera saja aku mengambil ancang-ancang bersembunyi di balik sebuah batu besar biar tidak terhempas atau minimal tidak kecripatan. Memang benar sih batu besar itu melindungi aku dari hempasan air yang menerjang tanpa ampun, tapi dia tidak bisa melindungi aku dari dari cipratan yang sebenarnya tidak bisa dikatakan kecipratan lha wong seluruh badan basah semua dari air yang ternyata adalah air buangan dari sebuah peternakan sapi besar di atas curah.

Praktis seluruh badanku bau teletong sapi. Waktu itu sekitar jam 7 pagi. Pada jam-jam segini biasanya para pekerja di peternakan sapi membersihkan kandang dari telethong sebelum sapi-sapi itu diperas susunya. Kebanyakan peternakan sapi itu berada di kampung yang bernama Pentil. Kampung paling ujung di kaki gunung Panderman yang dulunya terkenal paling ndesa tapi sekarang seperti disulap menjadi tanah impian semenjak dibangun lokasi wisata Kusuma Agro Wisata. Pengalaman pertamaku menjelajahi alam terhenti gara-gara air buangan telethong dari kampung paling ndeso bernama Pentil.

Ingatan-ingatan ini muncul lagi begitu diterima jadi PNS (hehehe…) dan ditempatkan di Taman Nasional Baluran. Diposisikan sebagai staff fungsional Pengendali Ekosistem Hutan sudah pasti akan memaksa aku banyak bergumul dengan alam liar Baluran yang memang benar-benar liar. Udara panas, tanaman berduri, batuan cadas, tanah keras ketika kering-lengket kalau basah, nyamuk, dan kebakaran tidak lain adalah Baluran itu sendiri. Ternyata keinginan yang aku deklarasikan di atas genting rumah waktu kecil itu terkabul, meski dengan porsi dan cara yang diluar perhitungan kita. Karena selain aku dulu ingin tinggal di hutan tropis pegunungan dulu aku juga gak kepingin jadi PNS tapi jadi aktifis lingkungan yang keluyuran dari negara satu ke negara lainnya. Tapi itulah alam semesta yang sedang bekerja.

3 thoughts on “Alam Semesta Yang Sedang Bekerja

  1. tiba e’ awakmu koyo konco koncomu neng bama yo, suka panjat panjat. iyolah apa yang kita terima harus disyukuri, memang belum tentu keinginan kita yang dianggap baik, belum tentu di mata-NYA. hidup adalah sebuah proses yang panjang untuk menuju kematian yang pasti mengintip kita.dari urutan seperti pada dokter yang memanggil pasien berikutnya. motivasimu dan semangatmu kuharapkan jangan pernah nglokro terus berkarya seperti apa yang sering kita ucapkan.

  2. alam memang menyimpan sejuta rahasia yang tersamar yang tidak bisa kita terawang dengan jelas.rahasia itu salah satunya keinginan. keinginan terkadang muncul tidak terduga oleh jiwa, terkang juga keinginan menyimpang dari jalan keinginan kita. semua adalah rahasia alam. sobat….semangatmu tetap kuharapakan,seperti apa yang sering kita ucapakan “terus berkarya” don’t be nglokro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s