Gerakan Senyap Atlas Burung Indonesia

edit-055700_resize

Biasanya selepas dari lapangan, hunting foto burung, saya langsung bergegas melarutkan diri dalam ribuan file-file JPEG. Memilah, mengedit, mengagumi diri sendiri. Mengunggah ke laman medsos sambil terus nyileki notifikasi kali aja ada yang kasih like atau komentar. Atau bikin tulisan lebay di blog ini. Tapi sepertinya kali ini saya terpaksa harus menahan libido itu.

Adalah pada Pertemuan Pengamat Burung Indonesia (PPBI) V di Bandung akhir November ini sebuah momentum besar terjadi, setidak itu yang saya lihat. PPBI adalah pertemuan rutin tahunan para pengamat burung seluruh Indonesia. Diawali tahun 2007 silam, agenda rutin yang sempat mengalami tidur panjang 5 tahun. Momentum tahun 2012 pada PPBI II di Jogja adalah jam alarm yang membangunkannya dari tidur panjang. Dan sejak saat itu PPBI lumayan konsisten dihelat setahun sekali. Continue reading

Nadahi Cipratan Duite Google


Sudah hampir setahun blog ini sepi dari apdetan. Bukan sepi dink, tapi memang gak ada apdetan sama sekali. Maaf sodara-sodara…

Setahun lalu saya memang memutuskan hubungan dengan aktifitas keseharian saya, kecuali pekerjaan formal, sebagai tukang foto keliling, tukang nginceng manuk dan tukang ndobos ngalor-ngidul. Tapi saya bukan bang Toyib yang nunggu 2 kali lebaran gak pulang-pulang. Cukup setahun sajalah ngumpet di dalam goa, lalu memasang antena setinggi-tingginya untuk menggapai dunia yang lebih luas. Continue reading

Nothing is Irrational

DNA molecules

Coretan ini sebenanya sudah kelar sebulan yang lalu. Tapi, mau saya pasang di blog rasanya kok males terus. Adalah pada suatu hari, dalam dua hari saya dihipnotis oleh 2 film fiksi ilmiah yang luar biasa asu-nya! Pertama Predestination. Ide utamanya sangat sederhana, yaitu untuk menjawab pertanyaan bedek-bedekan semasa kita kecil dulu: duluan mana ayam atau telor? Sampeyan gak akan menyangka kalau ternyata si ayam ini lahir dari telor yang keluar dari vaginanya sendiri setelah dibuahi oleh dirinya sendiri! Asu to? Benar-benar film yang tidak bisa ditebak alur dan akhir ceritanya Continue reading

NASA Menafsir Terompet Sangkakala Israfil


Sebenarnya saya sedang tidak pingin nulis. Tapi kiriman link dari saudara sepupu saya membuat saya cukup penasaran. Sebuah tulisan yang dibuat 2 tahun lalu (berarti tulisan ini sudah ketinggalan jaman ya? hahaha… ) dengan judul: Ilmuwan NASA ‘Menemukan Terompet Sangkakala Malaikat Israfil’. Wow! sangat provokatif. Silahkan dibaca, lumayan bisa membuat bulu kuduk bergoyang pantura membayangkan kayak apa suara terompet legendaris itu kalau nanti tiba waktunya ditiup.

Hasil riset 9 tahun yang dilakukan NASA sejak 2001 itu, yang kemudian publikasi paling finalnya dikeluarkan tahun 2012, adalah pertama, bahwa efek Big Bang terjadi sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu.  Kedua ‘ledakan’ Big Bang, tidak seperti efek letusan mercon yang menyebar ke segala penjuru arah, tapi hanya searah. Dan memang yang betul itu Big Bang bukan ‘ledakan’ dalam pengerti benda yang meledak duarrrr…!! Trus apa? Mboh aku durung nemu referensine hahaha...

Teori baru ini menjadi ‘jalan tengah’ perdebatan tentang bentuk alam semesta kita. Beberapa ahli mempercayai bentuk alam semesta kita adalah bulat seperti bola, beberapa ahli lainnya percaya pada bentuk flat.

Continue reading

Tuhanku, Hinalah Hamba!


Tulisan ini harus selesai dalam sekali tulis. Karena kalau sampai tersimpan lagi sebagai draft, maka saya jamin dia akan menguap lagi. Tersudutkan di dalam server-nya WordPress, dilupakan, dan akhirnya dibuang sebagai old-rubbish file!

Ok, terus mau nulis apa?

Ini sudah yang kesekian kalinya jemari, otak dan libido menulis tidak menemukan kata sepakat membuat dan menyelesaikan sebuah tulisan, meskipun hanya 2-3 paragraf. Meskipun hanya berisi omong kosong atau sumpah serapah merasakan nikmatnya bekerja dalam sistem birokrasi. Kalau sampeyan adalah seorang PNS yang punya idealisme, meskipun cuma sebiji upil, maka sampeyan cuma punya 3 pilihan: mati muda, mati setengah tua, atau kalau sampeyan memang orang yang tangguh, sampeyan harus banyak menyiapkan betadin dalam kotak P3K, karena pilihan ketiga adalah sampeyan akan babak belur untuk bertahan sampai tua. Continue reading

Petungkriyono Part II: Hunt Them All! Leave No Remains!

pelatukmerah

Bayangan pertama yang keluar saat saya ditelpon Antok untuk mengisi materi pelatihan fotografi di Petungkriyono adalah menyempatkan diri bertemu dengan burung ghoib Engkek Geling Cissa thalassina. Hutan di sepanjang pegunung antara Gunung Slamet dan Gunung Sindoro, atau banyak yang mengenalnya sebagai Pegunungan Dieng, adalah salah satu habitat burung super langka itu. Di sanalah, konon, sisa-sisa jasad hidup burung bergincu merona ini berada. Nah, hutan Petungkriyono berada di sisi barat laut pegunungan Dieng.

Semangat menggebu-gebu untuk lihat live show si bibir gincu itu juga menjangkiti my hunting mate Nurdin. Pokoknya kalo lagi ngobrolin masalah burung, yang pertama kali dibahas adalah si gincu. Tapi apakah yang terjadi? Continue reading